akuntansi

akuntansi

Rabu, 23 April 2014

PERENCANAAN STRATEGIS SPM



PerencanaanStrategi
Pengertian Perencanaan Strategis
Perencanaan Strategis adalah proses memutuskan program-program yang akan diambil organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya yang dialokasikan untuk masing-masing program selama beberapa tahun ke depan.
Perbedaan Formulasi Strategi & Perencanaan Statejik
Formulasi Strategi adalah proses menentukan strategi-strategi baru, sementara perencanaan stratejik adalah proses menentukan cara melaksanakan strategi tersebut. Dalam proses formulasi strategi, pihak manajemen menentukan tujuan organisasi dan menciptakan strategi-strategi utama untuk mencapai tujuan tersebut.
Manfaat Perencanaan Stratejik
·         Kerangka kerja untuk mengembangkan anggaran
·         Alat pengembangan manajemen
·         Mekanisme yang memaksa manajemen berpikir jangka panjang
·         Alat untuk menyatukan para manajer dengan strategi korporasi
Keterbatasan Perencanaan Stratejik
·         Perencanaan hanya akan menjadi “isi formulir,” pelaksanaan birokrasi, tidak ada pemikiran strategis
·         Sebuah organisasi bisa saja membuat departemen perencanaan strategis yang besar, namun mendelegasikan persiapan rencana strategis pada staf departemennya
·         Perencanaan strategis itu boros waktu dan biaya
·         Teknik Analisis Program yang Sedang Berjalan
ANALISIS RANTAI NILAI
Rantai nilai bagi setiap perusahaan merupakan seperangkat aktivitas terkait yang menciptakan nilai dari tiap bagiannya, mulai dari memperoleh bahan mentah dasar untuk komponen pemasok sampai menghasilkan produk siap pakai dan mengantar pada konsumen akhir.


Konsep Rantai Nilaimenggarisbawahi tiga bagian, yaitu sbb:
1.Keterkaitan dengan pemasok
Hubungan dengan pemasok harus dijaga sehingga baik perusahaanmaupun pemasoknya memperoleh manfaat.
2.Keterkaitan dengan pelanggan
Perusahaan dan pelanggan sama-sama menikmati keuntungan hubungan ini.
3.Proses terkait dalam rantai nilai perusahaan.
Secara eksplisit menunjukkan fakta bahwa aktivitas yang meningkatkan nilai produksi perusahaan memiliki sifat yang saling tergantung.

ACTIVITY-BASED COSTING
Meningkatnya komputerisasi dan otomatisasi dalam pabrik menimbulkan perubahan penting dalam sistem untuk mengumpulkan dan memanfaatkan informasi mengenai biaya.
Pada sistem terbaru ini, kata aktivitas sering digunakan pada pusat biaya, dan pembangkit biayadigunakan dalam dasar alokasi; dan sistem biaya ini sering disebut activity-based costing(ABC)
Konsep ABC tidak sepenuhnya jelas atau tanpaa intuisi. Nyatanya, konsep tersebut sangat sejalan dengan akal sehat.
Penggunaan informasi ABC
Digunakan sebagai proses perencanaan strategis, dapat memberikan pandangan yang berguna.

GAYA MANAJEMEN PUNCAK
Perencanaan stratejik proses manajemen, merupakan jalan yang menuntun suatu perusahaan, sangat tergantung pada gaya dari pemimpin perusahaannya. Beberapa pimpinan memilih mengambil keputusan tanpa mengambil manfaat dari rapat formal karyawan. Sistem tersebut tidak efektif kecuali para pimpinannya benar-benar menggunakannya.
Menganalisis Usulan Program Baru
Usulansuatuprogram:
-reaktif
-proaktif
Sebuah sistem harus siap untuk langkah-langkah seperti
·         Pengujian teknis dilaboratorium,
·         Menguji masalah dalam produksi,
·         Karakteristik biaya dalam pabrikasi dan melalui

pengendalian intern SPM



PENGENDALIAN INTERN

PENGERTIAN DAN TUJUAN PENGENDALIAN INTERN
Pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini:
1.       Keandalan pelaporan keuangan
2.       Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
3.       Efektifitas dan efisiensi operasi

KETERBATASAN PENGENDALIAN INTERN SUATU ENTITAS
1.       Kesalahan dalam pertimbangan
2.        Gangguan
3.       Kolusi
4.       Pengabaian oleh manajemen
5.       Biaya lawan manfaat
SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENGENDALIAN INTERN SUATU ENTITAS?
Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian intern beserta perannya :
1.       Manajemen
2.       Dewan komisaris dan komite audit
3.       Auditor intern
4.       Personel lain entitas
5.       Auditor independen
6.       Pihak luar lain
UNSUR PENGENDALIAN INTERN
Lima unsur pukok pengendalian intern:
1.       Lingkungan pengendalian
2.       Penaksiran resiko
3.       Informasi dan komunikasi
4.       Aktivitas pengendalian
5.       Pemantauan
LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Berbagai faktor yang membentuk lingkungan pengendalian dalam suatu entitass antara lain:
1.       Nilai integritas dan etika
Tanggung jawab manajemen adalah menjunjung tinggi nilai integritas suatu kemampuan mewujudkan apa yang dikatakan atau telah menjadi komitmennya.
2.       Komitmen terhadap kompetensi
Mencakup pertimbangan manajemen atas pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, dan panduan antara kecerdasan, pelatihan dan pengalaman yang dituntut dalam pengembangan profesi.
3.       Dewan komisaris dan tipe audit
Dewan komisaris adalah wakil pemegang saham dalam perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas.
4.       Filosofi dan gaya operasi manajemen
Filosofi adalah seperangkat keyakinan dasar yang menjadi parameter bagi perusahaan dan karyawannya.
Gaya operasi mencerminkan ide manajer tentang bagaimana suatu entitas harus dilaksanakan.
5.       Struktur organisasi
Struktur organisasi memberikan rerangka untuk perencanaan , pelaksanaan, pengendalian, dan pemantauan aktivitas entitas.
6.       Pembagian wewenang dan pembebasan tanggung jawab
Merupakan perluasan lebih lanjut pengembangan struktur organisasi.
7.       Kebijakan dan praktif sdm
Jika perusahaan memiliki karyawan yang kompeten dan jujur, unsur pengendalian intern yang lain dapat dikurangi sampai batasminimum, dan perusahaan mampu menghasilkan pertanggungjawaban keuangan yang dapat diandalakn.
8.       Kesadaran pengendalian
Dapat tercermin dari reaksi yang ditunjukkan oleh manajemen dari berbagai jenjang organisasi atas kelemahan dan pengendalian yang ditunjuk oleh auditor intern atau auditor independen.

Penaksiran Resiko
Penaksiran resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi, analisis, dan pengelolaan resiko entitas yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.
Penaksiran resiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah penaksiran resiko yang terkandung dalam asersi tertentu dalam laporan keuangan dan desain implementasi aktivitas pengendalian yang ditunjukkan untuk mengurangi resiko pada tingkat minimum,  dengan mempertimbangkan biaya dan manfaat.
Informasi dan komunikasi
Fokus utama kebijakan dan prosedur pengendalian yang berkaitan dengan sistem akuntansi adalah bahwa transaksi dilaksanakan denengan mencegah salah saji dalam asersi manajemen dilaporan keuangan.
Sistem akuntansi efektif yang bisa memberikan keyakinan memadai bahwa transaksi dicatat atau terjadi:
1.       Sah
2.       Telah diotorisasi
3.       Telah dicatat
4.       Telah dinilai secara wajar
5.       Telah digolongkan secara wajar
6.       Telah dicatat dalam periode yang seharusnya
7.       Telah dimasukkan kedalam buku pembantu dan telah diringkas dengan benar
Komunikasi mencakup penyampaian informasi kepada semua personel yang terlibat dalam pelaporan keuangan tentang bagaimana aktivitas mereka berkaitan dengan pekerjaan orang lain, baik berada didalam maupun diluar organisasi.
Aktifitas pengendalian
Aktifitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan keyakinan bahwa petunjuk yang dibuat oleh manajemen dilaksanakan.
Cara penggolongan aktifitas pengendalian yang relevan dengan audit atas laporan keuangan dapat digolongkan sbb:
1.       Pengendalian dan pengolahan informasi
a.       Pengendalian umum
b.      Pengendalian aplikasi
(1)    Otorisasi memadai
(2)    Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan memadai
(3)    Pengecekan secara independen
2.       Pemisahan fungsi yang memadai
3.       Pengendalian fisik atas kekayaan dan catatan
4.       Review atas kinerja
Pemantauan
Pemantauan adalah proses penilaian kualitas pengendalian intern sepanjang waktu.
PEMAHAMAN ATAS PENGENDALIAN INTERN DAN PENGUJIAN PENGENDALIAN
Pengendalian intern yang berlaku dalam entitas merupakan faktor yang menentukan keandalan laporan keuangan yang dihasilkan oleh entitas tersebut.
Mengapa auditor perlu memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern kliennya?
Yang berkaitan deengan asersi adalah sebagai berikut:
1.       Kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan
2.       Salah saji material yang potensial dapatterjadi
3.       Risiko deteksi
4.       Perancangan pengujian substantif
Pemahaman atas pengendalian intern
Auditor menggunakan tiga macam prosedur audit untuk memperoleh pemahaman atas pengendalian intern:
1.       Mewawancarai karyawan perusahaan yang berkaitan dengan unsur pengendalian
2.       Melakukan inspeksi terhadap dokumen dan catatan
3.       Melakukan pengamatan atas kegiatan perusahaan
Informasi yang dikumpulkan:
1.       Rancangan berbagai kebijakan dan prosedur dalam tiap-tiap unsur pengendalian
2.       Apakah kebijakan dan prosedur tersebut benar-benar dilaksanakan
Pemahaman atas lingkungan pengendalian
Biasanya dikumpulkan dengan cara:
1.       Permintaan keterangan manajer yang bertanggung jawab atas unsur pengendalian intern
2.       Inspeksi dokumen dan catatan
3.       Pengamatan atas kegiatan perusahaan
Pemahaman atas resiko
Mengumpulkan informasi tentang  bagaimana manajemen mengidentifikasi resiko yang berkaitan dengn penyajian laporan keuangan secara wajar, dan kepedulian terhadap resiko, serta bagaimana manajemen merancang aktivitass untuk mengatasi resiko.
Pemahaman atas informasi dan komunikasi
Sistem informasi entitas sangat menentukan resiko salah saji dalam laporan keuangan
Pemahaman atas aktivitas pengendalian
Diperoleh auditor bersamaan dengan pengumpulan informasi mengenai lingkungan dan aktivitas pengendalian.
Pemahaman dan pemantauan
Auditor harus memahami jenis aktiva yang digunakan klien untuk memantau efektivitas pengendalian intern untuk menghasilkan laporan keuangan yang andal.
PENGUJIAN PENGENDALIAN
Menggunakan:
1.       Pengujian adanya kepatuhan terhadappengendalian intern
2.       Pengujian tingkat kepatuhan terhadap pengendalian intern
DOKUMENTASI INFORMASI TENTANG PENGENDALIAN INTERN YANG BERLAKU
Caranya:
1.       Kuisioner pengendalian intern baku
2.       Uraian tertulis
3.       Bagian alir sistem
SUMBER INFORMASI UNTUK MEMPEROLEH GAMBARAN PENGENDALIAN INTERN YANG BERLAKU
1.       Bagan organisasi dan deskripsi jabatan
2.       Buku pedoman akun
3.       Buku pedoman sistem akuntansi
4.       Permintaan keterangan pada karyawan inti
5.       Permintaan keterangan pada karyawan pelaksana
6.       Laporan, kertass kerja, dan program audit auditor intern
7.       Pemeriksaan terhadap catatan akuntansi, dokumen, peralatan mekanis, dan media lain yang digunakan untuk mencatat transaksi, mengolah data keuangan dan data operasi
8.       Kunjungan keseluruh kantor dan pabrik
9.       Laporan mengenai rekomendasi perbaikan pengendalian intern dan laporan auditorr tahun sebelumnya yang telah diterbitkan.


tugas akuntansi syari'ah semester 6



PARADIGMA MASYARAKAT PERDESAAN TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH

Diera saat ini banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan yang berbasis syariah dalam bentuk bank maupun non bank. Lembaga keuangan syariah berbeda dengan lembaga keuangan konvensional, karena lembaga keuangan syariah lebih menerapkan prinsip-prinsip islam di dalamnya. Namun, dengan keadaan seperti itu apakah masyarakat indonesia yang mayoritas beragama  islam terutama masyarakat di perdesaan mau bertransaksi dengan lembaga keuangan syaiah.
Dan ternyata beberapa paradigma miring masih terdengar dari sebagian besar umat Islam terhadap lembaga keuangan syariah lainnya. Sebagai contoh, istilah“bunga “ yang dalam lembaga keuangan syariah diganti dengan “bagi hasil” membuat masyarakat bertanya-tanya kalau menabung di bank syariah dan tidak mendapatkan bunga lalu saya mendapat apa?. Disisi lain  menurut persepsi masyarakat bagi hasil pasti nilainya lebih kecil dari bunga bank, hingga mereka tidak mendapatkan keuntungan yang banyak dari investasinya.
Masyarskat juga beranggapan bahwa transaksi di lembaga keuangan konvensional lebih murah dibandingkan dengan lembaga keuangan syariah, hingga mereka enggan mempercayai bank syariah karna enggan mengeluarkan sejumlah dana yang lebih banyak untuk administrasinya. Menurut Asri Supianah (45th) “lembaga keuangan syariah itu lebih besar potongannya dari pada lembaga keuangan konvensional, bunga yang diperolehnyapun lebih minim”.  Menurut Aminnulloh (21th)”lembaga keuangan konvensional lebih menguntungkan daripada lembaga keuangan syariah”.
Dari kedua persepsi diatas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan masyarakat masih minim,  pandangan masyarakat atas lembaga keuangan syariah masih perlu ditingkatkan. Kesalah pahaman terhadap lembaga Keuangan syariah bisa terjadi karena belum meratanya sosialisasi kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang belum memahami secara benar apa itu lembaga Keuangan syariah, jenis-jenis produk,sistem yang digunakan, istilah-istilah serta  keunggulan yang dimilikinya.
Bukan hanya sosialisasi yang dibutuhkan, tapi juga promosi sangat dibutuhkan untuk menarik minat para nasabah. Kurangnya promosi juga menjadikan kurangnya pengetahuann dan minat  masyarakat terhadap lembaga keuangan syari’ah.
Hal ini menjadi tantangan untuk Lembaga Keuangan syariah, untuk dapat berkembang mensosialisasikan secara  merata agar masyarakat sadar dan memahami lebih jauh Lembaga Keuangan Syariah. Ini merupakan pekerjaan  yang memerlukan waktu, kebersamaan, usaha serius serta dana yang tinggi.